Guru-Guru Gokil, Bakal Laku Gak Ya?

Guru-Guru Gokil

Saat tulisan ini ditulis, kira-kira kita udah bertahan di rumah selama hampir enam bulan. Selama itu juga, film-film di Indonesia juga berhenti tayang di bioskop. Sempat ada wacana untuk membuka kembali bioskop, tapi gagal karena resiko yang amat sangat tinggi. Akhirnya, tanggal 17 Agustus 2020, saat Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 75, ada satu film Indonesia baru yang rilis. Yes, film Guru-Guru Gokil tayang di Netflix! Ini menjadi film kedua yang menjadi Netflix Originals setelah The Night Comes for Us.

Gue akan bahas dari segi bisnis walaupun secara awam. untuk melihat pendapat gue, bisa cek disini.

Apakah rilisnya Guru-Guru Gokil di Netflix bakal laku? Jika dibandingkan dengan The Night Comes for Us, tentunya film ini akan lebih segmented. Hal ini dikarenakan genre dan cerita yang diangkat di Guru-Guru Gokil punya isu yang Indonesia banget. Dengan kata lain, target market utamanya adalah masyarakat Indonesia. Tapi, apakah masyarakat Indonesia bisa diharapkan dan diandalkan? Ada dua hal yang membuat gue ragu Guru-Guru Gokil bakal laku di pasar.

Diremehkan

Pertama adalah film Indonesia yang masih sering diremehkan. Penyebab film Indonesia diremehkan pun memiliki dua alasan. Pertama adalah kenangan buruk perfilman Indonesia yang sempat didominasi oleh genre horror. Tidak cukup dengan horror, terkadang diselipkan juga adegan-adegan sensual. Rasanya capek banget melihat film isinya itu lagi itu lagi. Alasan kedua adalah perbandingan terhadap film-film luar negeri, khususnya Hollywood. Mereka memiliki production value yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan film Indonesia. Hasilnya secara teknis akan jauh berbeda jauh juga. Tetapi hal itu sebetulnya tidak menjamin sebuah film pasti bagus. Dua alasan inilah yang secara tidak sadar tertanam di alam bawah sadar masyarakat Indonesia. Tentu akan menjadi tugas yang berat dan panjang untuk mengubah hal tersebut.

Pembajakan

Lalu hal selanjutnya yang dapat membuat gue ragu Guru-Guru Gokil bakal laku adalah pembajakan. Sudah sering terjadi perdebatan tentang pembajakan film, padahal banyak faktor yang menyebabkan pembajakan terjadi. Mulai dari wilayah tempat tinggal, akses untuk nonton film, status sosial ekonomi setiap orang sampai regulasi pemerintah. Terlepas dari hal-hal itu, pada dasarnya pembajakan sangat mudah dilakukan jika datanya sudah masuk ke internet. Karena Guru-Guru Gokil ditayangkan di Netflix yang berbasis internet, sudah pasti pembajakan akan sangat mudah.

Sisi Positif

Walaupun dua hal tadi yang membuat gue ragu, kerjasama ini sebetulnya tetap memiliki sisi positif dimana jangkauannya menjadi lebih luas. Apalagi Netflix masih menjadi platform streaming service terbaik di dunia (at least menurut gue) diantara para pesaingnya. Tentunya untuk orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri akan sangat terbantu sekali jika ada kerjasama seperti ini. Apalagi untuk film baru, mereka pun bisa ikut merasakan hype nya. Belum lagi peluang untuk ditonton oleh seluruh dunia karena standard dari Netflix yang mengharuskan adanya subtitle bahasa Inggris.

Karena kondisi pandemi yang tidak menentu ini, semoga para PH mulai mempertimbangkan opsi untuk merilis film di platform streaming service. Sedih juga sih Guru-Guru Gokil menjadi film Indonesia baru kedua gue di tahun 2020.

Belom nonton Guru-Guru Gokil di Netflix? Klik disini.

Sumber gambar: tirto.id

Tagged : / / /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *